semerbak rasa menghujam asa, membumbungkan aku sejauh cirrus dari dasar bumi. seketika kepekaan indera kembali pada fungsinya, tanpa cukup waktu untuk tepekur, tanpa cukup ruang untuk kembali menapaki jejak-jejak sang takdir.. duniaku terhenti dalam detik ini, hanya terhenti dan tak bertindak.
seperti terjebak dalam satu bahasa, terjerembab dalam seluk-beluk cahaya temaram yang kadang menyesakan mata.. sangat menyesakan namun tak 'kan kuhiraukan. aku bertahan pada masa ini semata ingin memahami kerja para indera.. benar mendengarkan dan tidak hanya mendengar, benar memperhatikan dan bukan hanya melihat, sungguh benar merasakan dan bukan sekedar terasa.. kesemuanya fungsi indera untuk keluhan diri sendiri.
ego ini sedang tidak ingin berkompromi dengan apapun, dengan siapapun.. alter ego ini hadir tanpa peringatan, ia datang entah dari arah mana.. dan kali ini, kumohon biarkan aku mendengarkan keluhnya dalam peluh, biarkan aku mengukir percikan cahaya pada lingkaran penuh cahaya ini, jangan tahan aku untuk berkubang dalam hitamnya lulukku. tampaknya gamangnya kisah ini harus ada dan menjadi bagian dalam rona duniaku..
nurani ini sedang melambung tak tentu arah sehingga sulit untuk direngkuh dan aku lepaskan ia pada rasa ini.. 'ku lupakan sejenak sesuatu yang disebut logika, dan mungkin sang akal sehat pun sedang beristirahat di tempat ternyaman dalam rusuk.. dan aku tak mengharapkan mereka kembali pada fungsinya dalam kecepatan cahaya,, tetaplah di sana.. berikan ruang dan waktu untuk rasa ini..
rasa yang salah dan mencari pembenaran, rasa yang tak pernah berikan aku kuasa untuk menghindar.. rasa yang tanpa asa.. rasa yang menghentikan rotasi duniaku tepat di saat aku ingin terus berlari. aku hanya ingin memberontak dari kekisruhan ini, namun tetap saja 'ku hayati tiap warnanya, makin terpukau 'ku pada tiap kemilaunya,,
aku tidak memilih cawan ini untuk 'ku reguk, sungguh tidak. jangan persalahkan aku jika ternyata aku mengambilnya darimu.. sungguh ini hanya untuk sementara, hanya untuk saat ini.. ia akan kembali pada hulunya.. 'ku pastikan ia kembali padamu!
jamak anak manusia akan berujar bahwa kumpulan kosa kata ini merupakan dramatisasi dari kisah yang sebenar-benarnya, sangkalan atas gugatan tersebut adalah sebuah pembenaran akan kebebasan berapresiasi di dunia maya
Thursday, March 4, 2010
terima kasih untuk tidak menghakimi
*kleeekk,, cheeesshh..
"ckckck,, ngebir mulu lo!"
"gak papalaahh,, lagi pusing nih.. banyak kerjaan"
"hehe iya, parah susahnya ketemu ama lo belakangan ini.. segitu gilanya ya kerjaan lo?"
"huuuhh,, iya sayangnya.."
"trus larinya ke bir?? hahaha"
"ya abiiiss ahahaha"
kaleng kedua..
"hmm.. gw mao crita boleh ga? tapiii lo pasti marah deh!"
"crita apaa?? masa iya gw marah kalo lo crita si?"
"hmm.. ga jadi deh besok-besok aja.. belom saatnya kali ya"
"ahh lo mahh.. ga seru ahh, keras banget kalii yee ampe 2 kaleng hehe"
"ahaha bisa dibilang begitu deh"
......
"gw jatuh cinta, nyet!"
"apaaaahh!!! ahaha ama sapaa?? akhirnyaaaaaaaa!!"
"hmm ama orang, yang seharusnya ga gw jatuhi cinta dah"
"loh? salahnya apa? pasti beda agama"
"ahahaha i dont mind kalo beda agama maahh.. ini beda frekuensi"
"hahh!! maxutnya?"
"he's someone else's property! ahaha kayak barang aja ahaha"
"haaahh?? ahahahaha"
"nah diketawain gw.. ahaha"
"well at least u admit that u fall in love.. segaknya gw masi liat secara langsung kalo lo punya hati dan hati lo masi bisa jatuh cinta"
"ahahaha im not planning to fall in love with him actually.. somehow it feels like i was trapped.. ahahhaa"
"trapped? by love? ahahaha"
"kereezziilahh.. and i meet him and miss him everyday"
"ahahahaa meet and miss?!! u are falling in love, indeed!! hmmm.. but he belongs to someone else yaa?? yaa.. not right emang sii but okay lahh.. siapa yang bisa atur hati,, ya kann"
"ahahahaha pembenaran!!"
"pacar orang doang kaan?? santay laahh.. biar berwarna hidup lo,, gak ngurusin kerjaan ama dengerin curhatan orang doang ahahaahaha,,"
"reseee... diem lo ahh"
.............
"sikat aja laahh,, berapa lama si pacarannya? hihihi kali aja jodohnya ama lo hihihi,, jadi penasaran gw mao liat mahluk yang bisa bikin lo gamang ahahahahaha"
"pacar? ahahaha.. dia terikat lembaga pemerintahan berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1974, lengkap dengan alimentasi untuk 2 manusia.."
".... waaaaawww,, speechless gw"
"boleh mati aja ga sii!!!! gimana coba harus gw adepin ini?"
"ahahaha feel it, face it and decide! ooww.. dont forget to enjoy it! and i am still here, pasti!!"
*kleeekk,, dan kaleng ketiga melarutkan semua kekhawatirannya..
"ckckck,, ngebir mulu lo!"
"gak papalaahh,, lagi pusing nih.. banyak kerjaan"
"hehe iya, parah susahnya ketemu ama lo belakangan ini.. segitu gilanya ya kerjaan lo?"
"huuuhh,, iya sayangnya.."
"trus larinya ke bir?? hahaha"
"ya abiiiss ahahaha"
kaleng kedua..
"hmm.. gw mao crita boleh ga? tapiii lo pasti marah deh!"
"crita apaa?? masa iya gw marah kalo lo crita si?"
"hmm.. ga jadi deh besok-besok aja.. belom saatnya kali ya"
"ahh lo mahh.. ga seru ahh, keras banget kalii yee ampe 2 kaleng hehe"
"ahaha bisa dibilang begitu deh"
......
"gw jatuh cinta, nyet!"
"apaaaahh!!! ahaha ama sapaa?? akhirnyaaaaaaaa!!"
"hmm ama orang, yang seharusnya ga gw jatuhi cinta dah"
"loh? salahnya apa? pasti beda agama"
"ahahaha i dont mind kalo beda agama maahh.. ini beda frekuensi"
"hahh!! maxutnya?"
"he's someone else's property! ahaha kayak barang aja ahaha"
"haaahh?? ahahahaha"
"nah diketawain gw.. ahaha"
"well at least u admit that u fall in love.. segaknya gw masi liat secara langsung kalo lo punya hati dan hati lo masi bisa jatuh cinta"
"ahahaha im not planning to fall in love with him actually.. somehow it feels like i was trapped.. ahahhaa"
"trapped? by love? ahahaha"
"kereezziilahh.. and i meet him and miss him everyday"
"ahahahaa meet and miss?!! u are falling in love, indeed!! hmmm.. but he belongs to someone else yaa?? yaa.. not right emang sii but okay lahh.. siapa yang bisa atur hati,, ya kann"
"ahahahaha pembenaran!!"
"pacar orang doang kaan?? santay laahh.. biar berwarna hidup lo,, gak ngurusin kerjaan ama dengerin curhatan orang doang ahahaahaha,,"
"reseee... diem lo ahh"
.............
"sikat aja laahh,, berapa lama si pacarannya? hihihi kali aja jodohnya ama lo hihihi,, jadi penasaran gw mao liat mahluk yang bisa bikin lo gamang ahahahahaha"
"pacar? ahahaha.. dia terikat lembaga pemerintahan berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1974, lengkap dengan alimentasi untuk 2 manusia.."
".... waaaaawww,, speechless gw"
"boleh mati aja ga sii!!!! gimana coba harus gw adepin ini?"
"ahahaha feel it, face it and decide! ooww.. dont forget to enjoy it! and i am still here, pasti!!"
*kleeekk,, dan kaleng ketiga melarutkan semua kekhawatirannya..
Monday, February 15, 2010
awal dan akhir
Kesemuanya akan berakhir dengan sedih
Kesemuanya akan berakhir dengan perih
Kesemuanya akan berakhir dengan sakit
Saat ini dapat tersenyum
Kala ini dapat tersipu
Masa ini dapat merona
Namun akhir telah dituliskan
Dan akhir pula dapat dipastikan
Ia jatuhkan cintanya pada anak manusia
Ia tetapkan kasihnya pada manusia itu
Tanpa alasan.. Tanpa akal
Kisah ini harus bergulir
Kisah ini harus terus dijalani
Walau sang akhir telah ditentukan
Lama mengecam rasa
Lama mengais asa
Sampai dunianya berhenti sejenak oleh sebab tatapan mata
Waktu yang menjebaknya
Kesempatan yang merengkuhnya
Tanpa daya ia menghadapinya
Ia jatuh hati
Pada dunia yang nyata fana.. Tiada abadi
Pada anak manusia yang hadir dalam malamnya
Sentuhan hangat yang diingkarinya mendesaknya pada nyaman
Pelukan kisah yang diacuhkannya melesaknya pada jiwa
Kecupan hati yang dibentenginya serta merta melunturkan sang asa
Mencintainya dengan cinta
Menyayanginya dengan sayang
Mengasihinya dengan kasih
Biarlah ini ada karena harus ada
Biarlah ini terjadi karena harus terjadi
Harap akan sang jiwa mendewasakannya
Bergulirlah,,
Berperanlah,,
Sampai jumpa pada akhir dari awal
Dan awal pada akhir..
Sebab keseluruhan akan menggenapi pencariannya
Pencarian pada jiwanya
Pencarian pada perannya
Karena hanya cinta yang tak akan pernah salah
Kini, esok, dan sampai akhir hayatnya..
Kesemuanya akan berakhir dengan perih
Kesemuanya akan berakhir dengan sakit
Saat ini dapat tersenyum
Kala ini dapat tersipu
Masa ini dapat merona
Namun akhir telah dituliskan
Dan akhir pula dapat dipastikan
Ia jatuhkan cintanya pada anak manusia
Ia tetapkan kasihnya pada manusia itu
Tanpa alasan.. Tanpa akal
Kisah ini harus bergulir
Kisah ini harus terus dijalani
Walau sang akhir telah ditentukan
Lama mengecam rasa
Lama mengais asa
Sampai dunianya berhenti sejenak oleh sebab tatapan mata
Waktu yang menjebaknya
Kesempatan yang merengkuhnya
Tanpa daya ia menghadapinya
Ia jatuh hati
Pada dunia yang nyata fana.. Tiada abadi
Pada anak manusia yang hadir dalam malamnya
Sentuhan hangat yang diingkarinya mendesaknya pada nyaman
Pelukan kisah yang diacuhkannya melesaknya pada jiwa
Kecupan hati yang dibentenginya serta merta melunturkan sang asa
Mencintainya dengan cinta
Menyayanginya dengan sayang
Mengasihinya dengan kasih
Biarlah ini ada karena harus ada
Biarlah ini terjadi karena harus terjadi
Harap akan sang jiwa mendewasakannya
Bergulirlah,,
Berperanlah,,
Sampai jumpa pada akhir dari awal
Dan awal pada akhir..
Sebab keseluruhan akan menggenapi pencariannya
Pencarian pada jiwanya
Pencarian pada perannya
Karena hanya cinta yang tak akan pernah salah
Kini, esok, dan sampai akhir hayatnya..
Monday, January 11, 2010
perempuan
boleh aku berkeluh dengan peluh?
sungguh seketika dalam detik ini aku lelah,
lelah merajam asa,
lelah memberi makna
dan lelah berada..
ruang ini semakin mendesak, melesak.. sehingga rasa sesak berjibaku di telapak,,
satupun tak rasa untuk dikenang,
karena asa lelah dikekang..
jiwa lengah dalam simpangan, dihujam pedih caci, juga pahit maki..
sempurna dalam bingkisan nelangsa,
lebam dihentak serbuan suku kata,
aku tetap memainkan peran yang sama.. tak ubahnya planet ke tiga tata surya ini dengan tanpa bosannya tetap setia dipanggulan sang atlas.. detik yang lalu aku menangis, dan detik ini aku meranggas.. aku lelah, aku bosan, aku kesal, aku marah.. masih saja rupanya dalam jumlah yang tidak dapat dikatakan sedikit,, lagi lagi.. lagii dan lagii.. seorang yang aku kenal pula kali ini.. disiksa.. atau membiarkan dirinya disiksa,, atau malah menyiksa dirinya sendiri??
disiksa oleh hatinya sendiri, oleh cintanya pada seorang lawan jenis.. tak dapat dikatakan perjaka atau tak terkekang suatu hubungan asmara.. ia, laki-laki itu.. dia sudah dipercaya oleh Sang Esa untuk memeluk bukan satu.. tapi dua orang anak manusia.. dua anak manusia dari dua orang ibu yang berbeda.. serupa apa dia sehingga dia dianugrahi anak manusia, dari dua orang ibu yang berbedapun.. hebat?
kini ia bermain cinta dengan seorang temanku,, entah mengapa janji manis menikahi diurungkanpun olehnya.. sementara temanku sedang bersorak ria.. kasihan ia..
perempuan,, perempuan yang dijanjikan untuk menikah itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang dibatalkan pernikahannya itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang menangis tersedu itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang berusaha bangkit dari peluknya adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang jatuh lagi dipeluknya itu adalah temanku..
perempuan,,
dan perempuan yang sampai saat ini masih mengharapkannya kembali adalah temanku..
mungkin perempuan itu lupa akan rasanya menjadi malu.. mungkin ia lupa apa itu bahagia dan bahkan iapun lupa rasa sedih.. yang ia tahu hanya mengabdi dan pengabdian.. di luar dari batas perikemanusiaan yang menjelagainya sampai dengan saat ini..
lupakah perempuan itu akan tajamnya kata-kata?
lupakah perempuan itu akan panasnya tamparan?
lupakah perempuan itu akan lebam yang tak kunjung pudar?
lupakah perempuan itu akan semburan saliva yang menerpa rautnya?
lupakah perempuan itu akan hatinya yang koyak?
lupakah??
lupakah ia??
serasa ia tak dilahirkan dengan harga diri atau entah dilepaskan dimana sang harga diri perempuan itu.. terus dan terus jua ia berkubang di kubangan yang persis sama.. bahkan ketika sang ibu memohon agar ia tidak berharap kembali pada laki-laki itu,, perempuan itu tak dapat lakukan apa-apa.. matanya boleh menangis untuk permohonan sang ibunda.. namun hatinya tak pernah berubah,, ia tak berhenti berharap kembali.. habis tuntas harga dirinya.. habis sehabis-habisnya dihisap laki-laki itu..
kini aku yang kelelahan,,
lelah memberi saran..
lelah berpikir..
dan lelah mendengarkan..
maaf teman, bukan aku bukan teman.. tapi kali ini, coba pikir.. coba pikir lebih dalam.. karena pada jalan berikutnya aku tak lagi temani.. hanya kau dan Tuhanmu yang menemani.. percayalah aku tetap ada di sini, tak bergerak, bergeming..
atas nama perempuan,, bangunlah! berhargalah!!
sungguh seketika dalam detik ini aku lelah,
lelah merajam asa,
lelah memberi makna
dan lelah berada..
ruang ini semakin mendesak, melesak.. sehingga rasa sesak berjibaku di telapak,,
satupun tak rasa untuk dikenang,
karena asa lelah dikekang..
jiwa lengah dalam simpangan, dihujam pedih caci, juga pahit maki..
sempurna dalam bingkisan nelangsa,
lebam dihentak serbuan suku kata,
aku tetap memainkan peran yang sama.. tak ubahnya planet ke tiga tata surya ini dengan tanpa bosannya tetap setia dipanggulan sang atlas.. detik yang lalu aku menangis, dan detik ini aku meranggas.. aku lelah, aku bosan, aku kesal, aku marah.. masih saja rupanya dalam jumlah yang tidak dapat dikatakan sedikit,, lagi lagi.. lagii dan lagii.. seorang yang aku kenal pula kali ini.. disiksa.. atau membiarkan dirinya disiksa,, atau malah menyiksa dirinya sendiri??
disiksa oleh hatinya sendiri, oleh cintanya pada seorang lawan jenis.. tak dapat dikatakan perjaka atau tak terkekang suatu hubungan asmara.. ia, laki-laki itu.. dia sudah dipercaya oleh Sang Esa untuk memeluk bukan satu.. tapi dua orang anak manusia.. dua anak manusia dari dua orang ibu yang berbeda.. serupa apa dia sehingga dia dianugrahi anak manusia, dari dua orang ibu yang berbedapun.. hebat?
kini ia bermain cinta dengan seorang temanku,, entah mengapa janji manis menikahi diurungkanpun olehnya.. sementara temanku sedang bersorak ria.. kasihan ia..
perempuan,, perempuan yang dijanjikan untuk menikah itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang dibatalkan pernikahannya itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang menangis tersedu itu adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang berusaha bangkit dari peluknya adalah temanku..
perempuan,, perempuan yang jatuh lagi dipeluknya itu adalah temanku..
perempuan,,
dan perempuan yang sampai saat ini masih mengharapkannya kembali adalah temanku..
mungkin perempuan itu lupa akan rasanya menjadi malu.. mungkin ia lupa apa itu bahagia dan bahkan iapun lupa rasa sedih.. yang ia tahu hanya mengabdi dan pengabdian.. di luar dari batas perikemanusiaan yang menjelagainya sampai dengan saat ini..
lupakah perempuan itu akan tajamnya kata-kata?
lupakah perempuan itu akan panasnya tamparan?
lupakah perempuan itu akan lebam yang tak kunjung pudar?
lupakah perempuan itu akan semburan saliva yang menerpa rautnya?
lupakah perempuan itu akan hatinya yang koyak?
lupakah??
lupakah ia??
serasa ia tak dilahirkan dengan harga diri atau entah dilepaskan dimana sang harga diri perempuan itu.. terus dan terus jua ia berkubang di kubangan yang persis sama.. bahkan ketika sang ibu memohon agar ia tidak berharap kembali pada laki-laki itu,, perempuan itu tak dapat lakukan apa-apa.. matanya boleh menangis untuk permohonan sang ibunda.. namun hatinya tak pernah berubah,, ia tak berhenti berharap kembali.. habis tuntas harga dirinya.. habis sehabis-habisnya dihisap laki-laki itu..
kini aku yang kelelahan,,
lelah memberi saran..
lelah berpikir..
dan lelah mendengarkan..
maaf teman, bukan aku bukan teman.. tapi kali ini, coba pikir.. coba pikir lebih dalam.. karena pada jalan berikutnya aku tak lagi temani.. hanya kau dan Tuhanmu yang menemani.. percayalah aku tetap ada di sini, tak bergerak, bergeming..
atas nama perempuan,, bangunlah! berhargalah!!
2412****
24121995
Bapak: Bu, ayo berangkat.. Nanti telat misanya lho.. Anak2 sudah siap?
24122001
Ibu: Mba, ayo cepetan nanti telat misanya.. Adik2mu sudah siap?
Kakak: Iya Bu, ade2 udah kok.. Bapak mana?
Ibu: Nanti ketemu di greja kata Bapak..
24122003
Ibu: Mba, nanti k gereja kan? Misa malam Natal lho..
Kakak: Ibu ama ade aja ya, aku gereja yang beda, Bu..
Ibu: Ade, ayo siap2 k gereja.. Jangan sampe kita telat yaa
24122007
Ibu: Ade, ayo ke gereja..
Ade: Aku udah ga k greja, Bu.. Ibu ama si bontot aja yaa..
Ibu: Ya udah.. Bangunin si bontot ya De, suruh siap2..
24122008
Bontot: Ibu, ke gereja kan kita?
Ibu: Iya, cepet sana kamu mandi..
Bontot: Iya Bu, mba2 ga ikutan lagi Bu?
Ibu: ......
24122009
Bontot: "halo teman, aku boleh ikutan gabung k greja ma keluarga kamu ga?"
Teman: "haha, boleh dong.. Ke rumah aku jam 5 yaa"
Bontot: "asiiikk.. Makasi ya teman!"
Seberapapun sepinya.. Setidaknya keluargaku hanya memilih cara yang berbeda untuk memuliakan Sang Esa!
*posted at fb on Sunday, December 27, 2009 at 9:28pm
Bapak: Bu, ayo berangkat.. Nanti telat misanya lho.. Anak2 sudah siap?
24122001
Ibu: Mba, ayo cepetan nanti telat misanya.. Adik2mu sudah siap?
Kakak: Iya Bu, ade2 udah kok.. Bapak mana?
Ibu: Nanti ketemu di greja kata Bapak..
24122003
Ibu: Mba, nanti k gereja kan? Misa malam Natal lho..
Kakak: Ibu ama ade aja ya, aku gereja yang beda, Bu..
Ibu: Ade, ayo siap2 k gereja.. Jangan sampe kita telat yaa
24122007
Ibu: Ade, ayo ke gereja..
Ade: Aku udah ga k greja, Bu.. Ibu ama si bontot aja yaa..
Ibu: Ya udah.. Bangunin si bontot ya De, suruh siap2..
24122008
Bontot: Ibu, ke gereja kan kita?
Ibu: Iya, cepet sana kamu mandi..
Bontot: Iya Bu, mba2 ga ikutan lagi Bu?
Ibu: ......
24122009
Bontot: "halo teman, aku boleh ikutan gabung k greja ma keluarga kamu ga?"
Teman: "haha, boleh dong.. Ke rumah aku jam 5 yaa"
Bontot: "asiiikk.. Makasi ya teman!"
Seberapapun sepinya.. Setidaknya keluargaku hanya memilih cara yang berbeda untuk memuliakan Sang Esa!
*posted at fb on Sunday, December 27, 2009 at 9:28pm
bhinneka tunggal ika?!!
Baru sejenak lalu aku selesaikan perbincangan panjang lebar dengannya.. Suatu percakapan lama yang biasa kami lakukan tanpa kenal lelah dan jenuh di hari yang lalu.. Percakapan yang kembali kami lakukan setelah sekian lama, tanpa kami tahu apa penyebabnya kebiasaan itu harus berhenti atau dihentikan.. Entah karena jarak, waktu atau kesibukan masing-masing dari kami.. Perbincangan yang mengakibatkan aku tertegun sendirian di sini, tertegun dalam gamang dan dalam upayaku menyusun pecahan kisah yang lewat atau terlewatkan..
Si 8250 menyala konstan dan menyannyi... Aku hanya melirik dengan malas layarnya dan hampir saja aku urungkan niat untuk menjawabnya, teman lama, pikirku.. Sembari aku melirik tanda waktu yang menempel di dinding tepat di atas televisi, jam tidur sudah memanggil, pikirku.. Masih juga belum aku jawab si 8250 yang terus menyanyi.. Sisi lainku bertanya, tidak mungkin tanpa sebab sang teman lama ini menghubungi, baiknya aku jawab saja mungkin..
"Hai, kenapa kamu? Tumben banget nelpon"
"Halo, hehe gak papa kangen aja sama kamu"
Ia bercerita kisah cintanya dengan sang kekasih, pada setiap kata terselip tawa.. Pada setiap kata berikutnya terselih getaran nada menahan tangis, dan pada kata berikutnya berhamburan tawa lagi.. Sebuah perjuangan atas nama cinta yang telah dilakukan dalam waktu sembilan kali tiga ratus enam puluh lima hari, yang pada akhirnya membuahkan hasil gilang-gemilang. Perjuangan mereka, yang dengan latar belakang perbedaan suku dan agama, juga garis ekonomi dan finansial, pada hari lalu dimenangkan oleh cinta. Cinta sungguh dapat mengikis kesemua perbedaan itu.. Salutku untuk cinta dan cinta mereka.. Negosiasi sudah dilakukan, perkara agama dan tata cara pernikahan sudah disepakati, memang tetap harus ada pihak yang mengalah atau dikalahkan dalam hal ini. Bagian yang harus dihadapi berikutnya adalah adat, mungkin kamu bisa melawan agama tapi sungguh sulit melawan adat.. Ia ada dan mendasar pada setiap manusia yang dilahirkan dari suku tertentu di Indonesia yang sungguh bhinneka ini.. Ia sekental darah yang mengalir pada tiap manusianya, ia selaku helaian nafas yang merupakan kebutuhan dan alasan untuk hidup dan tetap hidup.
Temanku ini tidak pernah meminta dilahirkan untuk menjadi suku tertentu, ia juga tidak pernah menuntut untuk mendapatkan sesuatu atas nama adat istiadat per-suku-an itu.. Ia hanya ingin menikah, melegalisasikan hubungannya dalam sebuah lembaga pernikahan.. Lembaga yang dibuat oleh negara, yang juga harus dinyatakan sah oleh agama dan kepercayaan yang dianut. Sulit benar menyatukan cinta!! Dari pihak negara saja sudah ada dua syarat.. Dipersulit lagi dengan adat istiadat dan kemauan orang tua.. Apakah Tuhan bermaksud demikian ketika Ia menciptakan cinta? Dibuat untuk sulit diraih? Dibuat dengan banyak persyaratan? Dibuat untuk mengkotak-kotakan anak manusia?
Dan kali ini, ketika perjuangan atas nama cintanya telah mendapatkan persetujuan dari orang tua, dengan segala perbedaan agama dan kepercayaan.. Langkahnya kembali terhenti dengan masalah adat istiadat, dengan tata cara adat kebiasaan pernikahan pada suatu suku.. Sungguh terhenti tanpa jalan keluar, tanpa bisa melawan.. Karena masing-masing pihak sudah merasa banyak berkorban tanpa alat takar..
Kali ini pula aku tidak mampu memberi saran, hanya dapat mendengarkan, berempati melalui ekspresi suara.. Aku, kali ini benar bersyukur tidak menjadi dia.. sungguh bersyukur bahkan, karena tidak atau belum memiliki pasangan, sehingga tidak perlu menghadapi permasalahan serupa demikian. Pula aku, kali ini benar melakukan apa yang Tuhan inginkan ketika mencipta manusia dengan dua telinga dan satu mulut.. Untuk lebih banyak mendengar dan sedikit bicara.. sembari menyusun kembali serpihan kisahnya menjadi satu di ingatanku.
"Ne, si pacar nelpon aku nih, makasi yaa udah dengerin ceritaku hehe"
"Eh iya, makasi lho kamu masi mao cerita ke aku, salam buat pacar yaa"
Dan aku bersyukur tidak membiarkan si 8250 itu berhenti bernyanyi sebelum sempat aku jawab.
Sabar ya, sayang, ujarku dalam benak.. jika harus berkorban lebih, maka lakukanlah.. jika harus bersabar lebih, maka jadilah.. dan jika harus berdiam, maka berdiamlah sejenak tanpa perlawanan.. karena manusia diciptakan untuk bertahan dari segala benturan dan pengikisan.. dan Sang Empunya Semesta yang miliki jawabnya.. lihat, jalani, dengar dan rasakan setiap indah pedihnya, sayang.. karena kesemuanya tidak akan berulang.
Love never fails, pearl..
*terima kasih untuk seorang sahabat atas inspirasinya
posted at fb on Sunday, December 20, 2009 at 11:53pm
Si 8250 menyala konstan dan menyannyi... Aku hanya melirik dengan malas layarnya dan hampir saja aku urungkan niat untuk menjawabnya, teman lama, pikirku.. Sembari aku melirik tanda waktu yang menempel di dinding tepat di atas televisi, jam tidur sudah memanggil, pikirku.. Masih juga belum aku jawab si 8250 yang terus menyanyi.. Sisi lainku bertanya, tidak mungkin tanpa sebab sang teman lama ini menghubungi, baiknya aku jawab saja mungkin..
"Hai, kenapa kamu? Tumben banget nelpon"
"Halo, hehe gak papa kangen aja sama kamu"
Ia bercerita kisah cintanya dengan sang kekasih, pada setiap kata terselip tawa.. Pada setiap kata berikutnya terselih getaran nada menahan tangis, dan pada kata berikutnya berhamburan tawa lagi.. Sebuah perjuangan atas nama cinta yang telah dilakukan dalam waktu sembilan kali tiga ratus enam puluh lima hari, yang pada akhirnya membuahkan hasil gilang-gemilang. Perjuangan mereka, yang dengan latar belakang perbedaan suku dan agama, juga garis ekonomi dan finansial, pada hari lalu dimenangkan oleh cinta. Cinta sungguh dapat mengikis kesemua perbedaan itu.. Salutku untuk cinta dan cinta mereka.. Negosiasi sudah dilakukan, perkara agama dan tata cara pernikahan sudah disepakati, memang tetap harus ada pihak yang mengalah atau dikalahkan dalam hal ini. Bagian yang harus dihadapi berikutnya adalah adat, mungkin kamu bisa melawan agama tapi sungguh sulit melawan adat.. Ia ada dan mendasar pada setiap manusia yang dilahirkan dari suku tertentu di Indonesia yang sungguh bhinneka ini.. Ia sekental darah yang mengalir pada tiap manusianya, ia selaku helaian nafas yang merupakan kebutuhan dan alasan untuk hidup dan tetap hidup.
Temanku ini tidak pernah meminta dilahirkan untuk menjadi suku tertentu, ia juga tidak pernah menuntut untuk mendapatkan sesuatu atas nama adat istiadat per-suku-an itu.. Ia hanya ingin menikah, melegalisasikan hubungannya dalam sebuah lembaga pernikahan.. Lembaga yang dibuat oleh negara, yang juga harus dinyatakan sah oleh agama dan kepercayaan yang dianut. Sulit benar menyatukan cinta!! Dari pihak negara saja sudah ada dua syarat.. Dipersulit lagi dengan adat istiadat dan kemauan orang tua.. Apakah Tuhan bermaksud demikian ketika Ia menciptakan cinta? Dibuat untuk sulit diraih? Dibuat dengan banyak persyaratan? Dibuat untuk mengkotak-kotakan anak manusia?
Dan kali ini, ketika perjuangan atas nama cintanya telah mendapatkan persetujuan dari orang tua, dengan segala perbedaan agama dan kepercayaan.. Langkahnya kembali terhenti dengan masalah adat istiadat, dengan tata cara adat kebiasaan pernikahan pada suatu suku.. Sungguh terhenti tanpa jalan keluar, tanpa bisa melawan.. Karena masing-masing pihak sudah merasa banyak berkorban tanpa alat takar..
Kali ini pula aku tidak mampu memberi saran, hanya dapat mendengarkan, berempati melalui ekspresi suara.. Aku, kali ini benar bersyukur tidak menjadi dia.. sungguh bersyukur bahkan, karena tidak atau belum memiliki pasangan, sehingga tidak perlu menghadapi permasalahan serupa demikian. Pula aku, kali ini benar melakukan apa yang Tuhan inginkan ketika mencipta manusia dengan dua telinga dan satu mulut.. Untuk lebih banyak mendengar dan sedikit bicara.. sembari menyusun kembali serpihan kisahnya menjadi satu di ingatanku.
"Ne, si pacar nelpon aku nih, makasi yaa udah dengerin ceritaku hehe"
"Eh iya, makasi lho kamu masi mao cerita ke aku, salam buat pacar yaa"
Dan aku bersyukur tidak membiarkan si 8250 itu berhenti bernyanyi sebelum sempat aku jawab.
Sabar ya, sayang, ujarku dalam benak.. jika harus berkorban lebih, maka lakukanlah.. jika harus bersabar lebih, maka jadilah.. dan jika harus berdiam, maka berdiamlah sejenak tanpa perlawanan.. karena manusia diciptakan untuk bertahan dari segala benturan dan pengikisan.. dan Sang Empunya Semesta yang miliki jawabnya.. lihat, jalani, dengar dan rasakan setiap indah pedihnya, sayang.. karena kesemuanya tidak akan berulang.
Love never fails, pearl..
*terima kasih untuk seorang sahabat atas inspirasinya
posted at fb on Sunday, December 20, 2009 at 11:53pm
Friday, December 4, 2009
saat kamu bertanya..
19:43,
"di sini aja ya, ehh tapi kok reserved ya?"
"boleh, oh iya ya.. gimana nih?"
"udahlah gak papa, katanya tadi boleh kok"
duduk berhadapan
19:47,
"beneran udah 4 taun ga ketemu ya kita? lama banget yaa!!"
"iyaaa,, kamu kemana aja sii.. menyembuhkan hati ya?"
"haha lari sebenernya, demi hati.. maafin aku ya ilang gini"
"gak papa kok, yang penting kamu sembuh, terus udah sembuh kan sekarang?"
pelayan membawa 1 aqua botol, 1 jus melon dan 1 ice coffee mocha blended
19:53,
...
"skarang udah punya pacar lagi kamu kan (setelah dia -delated)?"
"hmm,, gak"
"kenapa? kamu nutup pintu hati ya.."
...
19:59,
...
menatap ice coffee mocha blended lama-lama
20:02,
"gak kok, emang belom dapet aja.. ga buru-buru juga kok aku"
"yang bener?"
...
"seluka itu ya kamu?"
... (tertunduk) "seluka itu ya aku?"
"di sini aja ya, ehh tapi kok reserved ya?"
"boleh, oh iya ya.. gimana nih?"
"udahlah gak papa, katanya tadi boleh kok"
duduk berhadapan
19:47,
"beneran udah 4 taun ga ketemu ya kita? lama banget yaa!!"
"iyaaa,, kamu kemana aja sii.. menyembuhkan hati ya?"
"haha lari sebenernya, demi hati.. maafin aku ya ilang gini"
"gak papa kok, yang penting kamu sembuh, terus udah sembuh kan sekarang?"
pelayan membawa 1 aqua botol, 1 jus melon dan 1 ice coffee mocha blended
19:53,
...
"skarang udah punya pacar lagi kamu kan (setelah dia -delated)?"
"hmm,, gak"
"kenapa? kamu nutup pintu hati ya.."
...
19:59,
...
menatap ice coffee mocha blended lama-lama
20:02,
"gak kok, emang belom dapet aja.. ga buru-buru juga kok aku"
"yang bener?"
...
"seluka itu ya kamu?"
... (tertunduk) "seluka itu ya aku?"
Subscribe to:
Posts (Atom)